Kamis, 13 Desember 2007

Muqadimah


dia , adalah wanita beriman kepada Allah
dia istiqomah berbungkus busana muslimah

dia khusyu' dan jauhkan bermegah-megah
dia ramah , penjaga amanah

dia ... hiasan dunia paling indah
dia , wanita nan tengah dinanti-nanti oleh jannah

road2jannah

dialah wanita sholihah


Alhamdulillah atas Rab yang telah mengajari dengan kalam
Shalawat dan salam bagi Rasulullah , nan sunah beliau kita jadikan pedoman agar kita tidak tersesat memilih jalan

inilah yang dapat aku sajikan , sebuah blog sederhana dari setetes lautan ilmu Allah yang maha luas

Kewajiban kita adalah tetap berpegang erat pada pedoman yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadist - hadist Rasulullah

sungguh kita sama-sama saksikan , ternyata masih banyak kaum muslimin yang berpedoman kepada ide-ide yang melenceng dari ajaran islam , padahal bukankah kepada mereka telah ada yang membacakan ayat-ayat Allah nan mestinya jadi pedoman
Bahkan di tangan mereka ada hadist-hadist Nabi yang dirawikan

akhwat biasa yang bercita-cita menjadi perhiasan terindah di dunia "Mar'ah Shalihah" amin . semoga selalu istiqomah di jalan - NYA

inilah sedikit bekal . dengan segala kekurangannya , mohon dimaafkan !

untuk someone atas keikhlasannya memberi banyak pengetahuan yang dapat ku tuliskan karyanya di blog ini . jazakalloh khairan katsiraan !

semoga ini diterima sebagai amalan yang shaleh disisi - Allah
serta dapat menyelamatkan beliau di akherat kelak .
amin ...

semoga bermanfaat bagi antum sekalian






YM online now

Mukti Wijaya
mukti.wijaya@yahoo.com

Tebar Kasih Sayang

Kasih sayang termasuk kebutuhan mendasar bagi manusia.Kata manusia yang bahasa arabnya insan,menunjukkan hal itu.Lantaran itu semua insan pasti membutuhkan kasih sayang.Bila kasih sayang itu tercabut dari diri manusia,lantas apa bedanya dengan binatang atau bahkan lebih buruk dari karena binatangpun ternyata memiliki rasa ini.Karena itu pulalah manusis disebut makhluk sosial,karena saling membutuhkan,termasuk butuh kasih sayang.

Sebagai wujud kesempurnaan,islam sangant peduli dan bahkan syariat islam itu sendiri merupakan wujud kasih sayang,karena islam diturunkan sebagai rahmat didunia.Kita yakin semua kaum muslimin mengetahuinya.Artinya,dimakanpun dan kapanpun islam pasti mewarnainya dengan sentuhan kasih.Tentunya kita dapat mengaca pada kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya sebagai bentuk amaliyah nyata dari kasih sayang islam.

Pada suatu kesempatan beliau sabdakan,"Orang-orang pengasih akan dikasihi Dzat Yang Maha Pengasih,Sayangilah yang da dimuka bumi niscaya kalian akan Dzat Yang ada di Langit." Sabdanya pula,"Siapa yang tidak menyayangi tidak akan disayangi,"sebagai respon terhadap ucapan Al-Aqra'bin Haabis yang tidak pernah mencium anak-anaknya.(Bukhari Muslim).

Bahkan kasih sayang ini juga merambah binatang.Rasulullah bersabda,"Jika kalian membunuh,bunuhlah dengan baik,jika menyembelih lakukan dengan bagus.Hendaknya salah seorang dari kalian tajamkan pisaunya dan buatlah sembelihannya tidak merasa sakait".(Muslim).Sebaliknya beliau mengancam orang yang tidak mengasihi binatang.Sabdanya,"Ada seorang wanita masuk neraka gara-gara seorang kucing,dia ikat kucing itu,tidak memberinya makan dan tidak dilepaskan untuk makan serangga".(Bukhari Muslim).

Dengan demikian penerapan syari'at islam berarti sama saja dengan menebarkan kasih sayang.Mungkin ada yang mempertanyakan,apakah hukum rajam,potong tangan dan semisalnya adalah wujud kasih sayang.Jawabnya,bagi yang memperhatikan dengan seksama syari'at yang suci ini tentu tidak akan muncul pertanyaan seperti ini dan mampu menjawab.Hukuman tersebut merupakan wujud wujud kasih sayang kepada si terhukum khususnya dan masyarakat pada umumnya.Hukuman itu setimpal dengan tindakan dan mencegah hukuman yang pedih di akhirat nanti.Masyarakat merasakan keadilan dan keamanan karena pangkal kerusakan telah sirna,sekaligus tercegahnya kerusakan berkesinambungan.Di sinilah kasih sayang itu terwujud.

Namun dipihak lain ada yang memiliki presepsi terbalik.Menurut mereka,sebagai wujud kasih sayang,seharusnya kaum muslimin juga menyayangi orang-orang non muslim karena mereka masih hamba Tuhan dan tidak boleh dimusuhi.Tidak boleh mengklaim kasih ALLAH itu hanya teruntuk orang muslim,non muslim tidak berhak mendapatkannya.

Sekilas pemikiran tersebut nampak rasional,tetapi kalau dicermati sangat jauh menyimpang.Perlu dipahami,kasih sayang itu bukanlah pembiaran terhadap kemungkaran dan kemaksiatan.Apakah membiarkan kesyirikan nyata dan kemungkaran pada non muslim adalah wujud kasih sayang!Sama halnya dengan membiarkan kejahatan dan kriminal,apakah itu juga wujud kasih sayang?Bagi orang berakal jawabnya jelas.Dengan demikian,mizan kasih sayang bukanlah akal semata dan perasaan tapi mizannya adalah syariat.Apa-apa yang dipandang syariat sebagai bentuk kasih sayang berarti senyatanya adalah kasih sayang dan apa-apa yang dipandang syariat bukan kasih sayang maka sama sekali tidak termasuk kasih sayang.



Dikuti Dari :
AL FURQON
Tebarkan Kasih Sayang Edisi 1 Thn V



Jumat, 02 November 2007

1 Jam Untuk Kebahagian Dunia Akhirat

Manusia selalu berada diantara hidayah Allah dan tipu daya syaitan.Kelengahan sedikit saja,syaitan akan bisa menjerumuskan seseorang ke dalam lembah yang akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang.Berikut ini adalah 7 amal penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu.
InsyaALLAH dengan melakukan 7 program ini,seseorang akan diampuni dosanya,dilindungi dari fitnah kubur,dbangunkan rumah di syurga,dikabulkan doanya,dilindungi dari kefakiran,dicukupi kebutuhannya,dibebaskan dari perasaan gelisah.Uniknya lagi,semua itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1 jam saja. waallahu a'lam musta'an.

7 amal penting itu adalah :

- Melakukan 12 rakaat shalat sunnah rawatib.Yakni : 2 rakaat sebelum subuh,4 rakaat sebelum dhuhur,2 rakaat ba'da dhuhur,2 rakaat setelah magrib, dan 2 rakaat setelah isya.Manfaat yang diharapkan : Allah akan membangunkan sebuah rumah di syurga bagi orang yang senantiasa melakukannya.
Dallil Rasulullah SAW bersabda,Barang siapa yang shalat dalam satu hari sebanyak 12 rakaat sunnah,Allah akan bangunkan rumah baginya di syurga. (HR.Muslim)

-Shalat 2 rakaat tahajjud.Faidah yang diharapkan : dikabulkannya doa,diampunkannya dosa, dan dicukupi Allah kebutuhannya.
Dallil : sabda Rasulullah SAW,Allah turun ke langit dunia,saat sepertiga malam terakhir dan mengatakan,"Siapa yang berdoa kepada-KU,pasti Aku kabulkan.Siapa yang meminta pada-KU,pasti Aku berikan,dan siapa yang memohon ampun pada-KU,pasti Aku ampuni. (HR.Bukhari)

-Melakukan shalat dhuha 2 rakaat atau 8 rakaat.Manfaat yang diharapkan : Berinilai shadaqah dari seluruh persendian tulang.Dalil : Rasulullah SAW bersabda,Setiap persendian kalian adalah shadaqah.Setiap tahmid adalah shadaqah,Setiap tahlil adalah shadaqah ,Setiap takbir adalah shadaqah,Setiap anjuran pada kebaikan adalah shadaqah,Setiap larangan dari yang munkar adalah shadaqah,dan semuanya akan mendapat ganjaran yang sama dengan melakukan shalat dua rakaat dari shalat dhuha.

-Membaca surat Al-Mulk.Manfaat yang diharapkan : diselamatkan dari adzab kubur.Dallil : Rasulullah SAW bersabda,Sesungguhnya ada salah satu surat dari Al-Qur'an yang terdiri dari 30 ayat.Ia akan memberi syafaat pada seseorang dengan pengampunan dosa.Yaitu surat "tabarakallazi biyadihil mulk" (HR.Turmudzi dan Ahmad.Turmudzi mengatakan,ini adalah hadist Hasan)

-Mengatakan : Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah,lahul mulku wa lahul hamdu,wa hua ala kulli syai'in qadir.Dalam satu hari 100 kali.Manfaat yang diharapkan,terpelihara dari gangguan syaitan selama satu hari,dihapuskan 100 kesalahan dan memperoleh 100 kebaikan.
Dallil : Rasulullah SAW bersabda,Barang siapa mengatakan Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah,lahul mulku wa lahul hamdu,wa hua ala kulli syai'in qadir.Maka ia akan mendapat pahala seperti membebaskan 10 budak,ditulis baginya 100 kebaikan,dihapuskan 100 kesalahannya,dan ia akan terpelihara dari syaitan pada hari itu sampai sore,dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari apa yang ia peroleh dari hari itu.kecuali ada orang yang beramal lebih dari itu.

-Shalawat atas Nabi Muhhamad SAW sebanyak 100 kali.Faidah yang diharapkan : Bebas dari bakhil dan mendapat balasan shalawat dari Allah SWT.Dallil : Rasulullah SAW bersabda,Barang siapa bershalawat atas diri saya maka Allah akan mendoakannya sebanyak 10 kali. ( HR.Muslim)
Hadist Rasulullah SAW,Orang yang bakhil adalah orang yang bila namaku disebut dihadapannya,kemudian ia tidak bershalawat kepadaku. (HR.Turmudzi)

-Mengatakan Subhanallah wa bihamdihi,subhanallahil aziim.
Faidah yang diharapkan : Ditanamkan di syurga untuk yang melakukannya 100 batang pohon.Dallil : Rasulullah SAW bersabda,Barang siapa yang melazimkan istigfar,maka Allah akan memberikan padanya jalan keluar di setiap kesempitan,penyelesaian dari setiap kegundahan,dan diberikan rizki dari sesuatu yang tidak diduga-duga. (HR.Abu Daud,Ibnu Majah,dan Hakim)


Selain 7 amalan d atas,tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam islam bekanlah sekedar shalat,dzikir dan bacaan Al-Qur'an,tapi mencangkup perbuatan dan perilaku kita dalam berhubungan sesama manusia.
Rasulullah SAW menyebutkan,Senyum anda kepada saudara anda adalah shadaqah,dan perintah kepada yang ma'ruf serta larangan dari yangmunkar itu shadaqah,petunjukmu pada seorang asing yang tersesat itu shadaqah,engkau menuntun orang yang sulit melihat itu shadaqah,menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah shadakah,dan engkau membantu mengambilkan air saudaramu itu adalah shadaqah.Hadizt riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim,selain ditunjang oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikan dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.

Senin, 01 Oktober 2007

Ku Pinang Engkau Dengan Hamdallah

Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah diciptakannya pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian perasaan tenteram dan kasih sayang. Pada yang demikian ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Ketika tiba masa usia aqil baligh, maka perasaan ingin memperhatikan dan diperhatikan lawan jenis begitu bergejolak. Banyak perasaan aneh dan bayang-bayang suatu sosok berseliweran tak karuan. Kadang bayang-bayang itu menjauh tapi kadang terasa amat dekat. Kadang seorang pemuda bisa bersikap acuh pada bayang-bayang itu tapi kadang terjebak dan menjadi lumpuh. Perasaan sepi tiba-tiba menyergap ke seluruh ruang hati. Hati terasa sedih dan hidup terasa hampa. Seakan apa yang dilakukannya jadi sia-sia. Hidup tidak bergairah. Ada setitik harapan tapi berjuta titik kekhawatiran justru mendominasi.

Perasaan semakin tak menentu ketika harapan itu mulai mengarah kepada lawan jenis. Semua yang dilakukannya jadi serba salah. Sampai kapan hal ini berlangsung? Jawabnya ada pada pemuda itu sendiri. Kapan ia akan menghentikan semua ini. Sekarang, hari ini, esok, atau tahun- tahun besok. Semakin panjang upaya penyelesaian dilakukan yang jelas perasaan sakit dan tertekan semakin tak terperikan. Sebaliknya semakin cepat / pendek waktu penyelesaian diupayakan, kebahagiaan & kegairahan hidup segera dirasakan. Hidup menjadi lebih berarti & segala usahanya terasa lebih bermakna.

Penyelesaian apa yang dimaksud? Menikah! Ya menikah adalah alat solusi untuk menghentikan berbagai kehampaan yang terus mendera. Lantas kapan? Bilakah ia bisa dilaksanakan? Segera! Segera di sini jelas berbeda dengan tergesa- gesa. Untuk membedakan antara segera dengan tergesa- gesa, bisa dilihat dari dua cara :

Pertama, tanda-tanda hati. Orang yang mempunyai niat tulus, kata Imam Ja'far, adalah dia yang hatinya tenang, sebab hati yang tenang terbebas dari pemikiran mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niat murni untuk Allah dalam segala perkara. Kalau menyegerakan menikah karena niat yang jernih, Insya Allah hati akan merasakan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi masalah-masalah yang harus diselesaikan. Kita merasa yakin, meskipun harapan & kekhawatiran meliputi dada. Lain lagi dengan tergesa-gesa. Ketergesaan ditandai oleh perasaan tidak aman & hati yang diliputi kecemasan yang memburu.

Kedua, tanda-tanda perumpamaan. Ibarat orang bikin bubur kacang hijau, ada beberapa bahan yang diperlukan. Bahan paling pokok adalah gula & kacang hijau. Jika gula & kacang hijau dimasukkan air kemudian direbus, maka akan didapati kacang hijau tidak mengembang. Ini namanya tergesa-gesa. Kalau gula baru dimasukkan setelah kacang hijaunya mekar ini namanya menyegerakan. Tapi kalau lupa, tidak segera memasukkan gula setelah kacang hijaunya mekar cukup lama orang akan kehilangan banyak zat gizi yang penting.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda : "Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya" (HR Thabrani)

Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah. Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan. Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : "Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)" HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.

Setelah peminangan disampaikan, biarlah pihak wanita & wanita yang bersangkutan untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari.

Apapun, serahkan kepada keluarga wanita untuk memutuskan. Mereka yang lebih tahu keputusan apa yang terbaik bagi anaknya. Anda harus husnudzan pada mereka. Bukankah ketika meminang wanita berarti anda mempercayai wanita yang diharapkan oleh anda beserta keluarganya.

Keputusan apapun yang mereka berikan, sepanjang didasarkan atas musyawarah yang lurus, akan baik dan Insya Allah memberi akibat yang baik bagi anda. Tidak kecewa orang yang istikharah & tidak merugi orang yang musyawarah. Maka apapun hasil musyawarah, sepanjang dilakukan dengan baik, akan membuahkan kebaikan. Sebuah keputusan tidak bisa disebut buruk atau negatif, jika memang didasarkan kepada musyawarah yang memenuhi syarat, hanya karena tidak memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi anggota keluarga mereka. Jika niat anda memang untuk silaturrahim, bukankah masih tersedia banyak peluang untuk menyambung?

Anda telah meminangnya dengan hamdalah, anda telah dimampukan datang oleh Allah Yang Maha Besar. Dia-lah Yang Maha Lebih Besar. Semuanya kecil. Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabbah tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan : "Jika pinangan kami anda terima, kami ucapkan Alhamdulillah. Dan kalau anda menolak, maka kami ucapkan Allahu Akbar." Maka, kalau pinangan yang anda sampaikan ditolak, agungkan Allah, semoga anda tetap berbaik sangka kepada Allah & juga kepada keluarganya. Sebab bisa jadi, penolakan merupakan jalan pensucian jiwa dari kedzaliman diri sendiri, bisa jadi penolakan merupakan proses untuk mencapai kematangan, kemantapan & kejernihan niat. Sementara ada banyak hal yang dapat mengotori niat. Bisa jadi Allah hendak mengangkat derajat anda, kecuali anda justru malah merendahkan diri sendiri. Tapi hati perlu diperiksa, jangan-jangan perasaan itu muncul karena ujub.

Kekecewaan, mungkin saja timbul. Barangkali ada perasaan yang perih, barangkali juga ada yang merasa kehilangan rasa percaya diri saat itu. Ini merupakan reaksi psikis yang wajar, kecewa adalah perasaan yang manusiawi, tetapi ia harus diperlakukan dengan cara yang tepat agar ia tidak menggelincirkan ke jurang kenistaan yang sangat gelap. Kecewa memang pahit. Orang sering tidak tahan menanggung rasa kecewa, mereka berusaha membuang jauh-jauh sumber kekecewaan. Sekilas nampak tidak ada masalah, tetapi setiap saat berada dalam kondisi rawan. Perasaan itu mudah bangkit lagi dengan rasa sakit yang lebih perih. Dan yang demikian tidak dikehendaki Islam. Islam menghendaki kekecewaan itu menghilang perlahan-lahan secara wajar. Sehingga kita bisa mengambil jarak dari sumber kekecewaan dengan tidak kehilangan obyektivitas & kejernihan hati, kita menjadi lebih tegar, meskipun proses yang dibutuhkan untuk menghapus kekecewaan lebih lama.

Kalau anda merasa kecewa, periksalah niat anda. Dibalik yang dianggap baik, mungkin ada niat yang tidak lurus. Periksalah motif-motif yang melintas dalam batin. Selama peminangan hingga saat menunggu jawaban. Kemudian biarkan hati memproses secara wajar sampai menemukan kembali ketenangan secara mantap.

Tetapi kalau jawaban yang diberikan oleh keluarga wanita sesuai harapan, berbahagialah sejenak. Bersyukurlah. Insya Allah kesendirian yang dialami dengan menanggung rasa sepi sebentar lagi akan menghapus kepenatan selama di luar rumah. Insya Allah sebentar lagi.

Tunggulah beberapa saat. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk melakukan apa saja yang menjadi hak anda bersamanya. Akan tiba masanya anda merasakan kehangatan cintanya. Kehangatan cinta wanita yang telah mempercayakan kesetiaannya kepada anda. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk menemukan pangkuannya ketika anda risau.

Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui pernikahan Allah memberikan banyak keindahan & kemuliaan. Wanita boleh menawarkan Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat & ikhtiar untuk menikah. Nikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran kebutuhan biologis dengan lawan jenis. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kehormatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Dan Khadijah r.a atas teladan bagi wanita yang bermaksud untuk menawarkan diri.

Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlaq & kesungguhan untuk mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah & untuk mendapatkan pahala-Nya, Allah pasti mencatatnya sebagai kemuliaan & mujahadah yang suci. Tidak peduli tawarannya diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak mempunyai wali. Insya Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan yang mendalam pasti akan meninggikan penghormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah & tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan.

Imam Bukhari menceritakan cerita dari Anas r.a ada seorang wanita yang datang menawarkan diri kepada Rasulullah SAW dan berkata : "Ya Rasulullah! Apakah baginda membutuhkan daku?" Putri Anas yang hadir & mendengarkan perkataan wanita itu mencela sang wanita yang tidak punya harga diri & rasa malu, "Alangkah sedikitnya rasa malunya, sungguh memalukan, sungguh memalukan." Anas berkata kepada putrinya : "Dia lebih baik darimu, Dia senang kepada Rasulullah SAW lalu dia menawarkan dirinya untuk beliau!" (HR Bukhari)



Artikel Islami
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
M. Faudzil `Adhim












Sebuah Kisah Cinta

Untuk para sahabat sekalian, marilah sama-sama renungi cerita ini bersama-sama.

Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu,walaupun langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian,Al Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku,akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Saidina Abu Bakar as Siddiq menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Saidina Umar al-Khattab dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Saidina Usman bin Affan menghela nafas panjang dan Saidina Ali bin Abi Talib menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua", keluh hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Saidina Ali dan Saidina Fadhal dengan cepat menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya", tutur Fatimah lembut.

Lalu,Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan
pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu", kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya'", kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah berkeringat, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini". Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal", kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik,karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Saidina Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uusiikum bis salati, wa maa malakat aimanukum, peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Saidatina Fatimah az-Zahra' menutupkan tangan di wajahnya, dan Saidina Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan,berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma solli 'ala Muhammad wabaarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.





mukti wijaya's Guestbook